Posted by: g1mg1m | August 5, 2008

Hey..Indonesiaku…tanah subur..rakyat makmur

Aku tiba-tiba inget lagunya Enno Lerian…hm…..lagu yang klo dipikir2 kayaknya lagu ini mendoktrinasi kita semua ketika kecil tentang Indonesia, masih inget ngga yang liriknya : “Hei…Indonesiaku…Tanah subur…Rakyat makmur” itu lho.  Menarik bukan ??

Tapi sayangnya, klo kita lihat dengan keadaan sekarang hal itu dah ngga cocok lagi. Tanah subur kaya akan energi,tapi sayang rakyat tidak makmur. Angka kemiskinan terus bertambah. Dari statistik,  jumlah penduduk miskin pada tahun 2008 menjadi 41,7 juta jiwa, atau sekitar 21,9 persen dari penduduk Indonesia dengan garis kemiskinan Rp195 ribu per bulan. Apalagi ada kebijakan kenaikan harga BBM, wah…tambah gimana tuh negara kita ini ?? yang lebih heboh lagi akhir-akhir ini adalah krisis listrik.

Untuk masalah krisis lstrik ini panjang banget klo mw kita bedah bareng2 bro. Pemerintah ngomong klo masalah ini disebabkan oleh pemerintah terdahulu tidak memikirkan jangka panjang untuk pemberdayaan listrik, dengan kata lain, tidak ada project2 yang direncanakan untuk pembangunan pembangkit2 listrik baru. Tapi anehnya pemerintah setelah mengeluarkan pernyataan itu mengatakan klo tidak menyalahkan pemerintah sebelum, trus berarti yang miss disini siapa ?? Memang bener sih SBY ngomong bukan saatnya saling menyalahkan, tapi langsung evaluasi aja. N hasil2, pemerintah sekarang mengadakan project pembangunan pembangkit 10.000 MWatt di 10 kota dengan tenaga PLTU. Apakah ini sebuah solusi yang tepat ???

Coba deh kita liat lagi kejadian pemadaman listrik akhir2 ini. Dari data yang ada, selain kurang adanya pembangkit baru, krisis listrik di negara ini juga disebabkan oleh pasokan batubara untuk PLTU yang sangat sulit didapat. Bahkan PLTU2 sampe mengadakan tender ulang untuk mencari harga batubara yang cocok dan bisa dibeli, padahal baru2 ini, Indonesia adalah negara eksportir terbesar batubara di Dunia, nomero uno. Dengan angka prediksi sampe 225 ton untuk tahun 2008 . Hm….ada apa ya sebenarnya semua ini ???

Sepertinya pemerintah dan dunia usaha sekarang lebih tertarik untuk menempatkan batubara sebagai komoditas ekspor daripada untuk kebutuhan domestik. Data menyebutkan klo kebutuhan domestik akan disuplai sejumlah 75 ton, dimana sisanya 150 ton untuk dieksport. Ketertarikan ini tidak lain halnya karena harga batubara di Internasional melambung tinggi. Sebut saja Aburizal Bakrie yang jadi orang terkaya karena perusahaan yang di miliki PT. Bumi Resource menghasilkan batubara terbesar di Indonesia. Pemerintah bener2 melihat nilai royalti dan pajak yang bakal didapet dengan menaikkan eksport akan batubara ini, sedangkan pasokan untuk kebutuhan domestik bener2 sekitar 30%. Dengan kata lain, ya kebutuhan untuk PLTU sangat kurang dipenuhi jadinya.

Dengan solusi pemerintah yang mengadakan mega proyek pembangunan pembangkit PLTU baru, aku rasa tidak akan menjadi solusi akan kekurangan listrik ini, toh pasokan batubara untuk domestik juga kurang. Kekurangan stock domestik ini juga tidak bisa langsung disalahkan ke dunia usaha dalam negeri juga yang cenderung memilih untuk mengekspor. Ambil sample PT. Bukit Asam (perusahaan batubara indonesia). Perusahaan itu tuh, dari dulu rajin banget pasok ke PLN, tapi mereka selalu dikecewakan dengan tundakan pembayaran dari pihak PLN. Klo kita bayar listrik nunggak kan diputus tuh, nah klo PLN nunggak bayar batubara gmn ??? hehe 😀

Banyak yang harus diperbaiki seharusnya, mulai dari performance PLN sendiri sampe kebijakan2 pemerintah tentang listrik ini. Mulai dari performance PLN. Harusnya ada evaluasi besar2 tentang manajemen keuangannya. PLN itu blm pernah dalam sejarahnya memberikan keuntungan untuk kas negara. Dicatet ya, blm pernah!!. Bahkan cenderung membebani dengan defisit2nya. Nah, ini mungkin titik yang paling tepat untuk dijadikan evaluasi kembali. Sejauh mana tarif listrik berperan dan sejauh mana proses pengelolaan uangnya selama ini. Bukan berarti kebijakan menaikkan tarif listrik solusi utama, tapi harus direview bener2 finansial perusahaannya. Apalagi baru2 ini 2 pejabat PLN ditangkap tuh karena korupsi 5 Milyar…indikasi tuh. Trus kebijakan keperluan domestik batu bara. Pemerintah harusnya konsisten dan benar2 memperhitungkan pembangunan PLTU baru dengan kebijakan komoditi ekspor batubaranya. Klo kebutuhan domestik stocknya 30% ya ngga mungkin juga. Harus negara ini meniru china. China itu produsen batubara terbesar di dunia, tapi klo untuk urusan ekspor dia masih kalah ama Indonesia. Dengan kata lain, china lebih mementingkan kebutuhan domestiknya dibanding dengan kebijakan ekspor. Lalu gmn dengan kebijakan SKB 5 menteri. Klo yang satu ini sama aja dengan menganaktirikan industri tekstil dan industri2 lain dibanding dengan industri batubara. No comment panjang2lah tentang SKB ini.

Hm…dari ini semua aku pingin banget tau tentng alternatif lain pengembangan pembangkit listrik. Apalagi ITB bisa bikin pembangkit dengan pikohidro apa ya namanya? Trus ada juga yang dengan memanfaatkan geotermal. Ato mungkin alternatif2 itu cost productionnya mahal ??

Hey..Indonesiaku….Tanah Subur….Rakyat bingung….Hey Pemerintahku…Aku pusing dengan kmu.

Advertisements
Posted by: g1mg1m | July 26, 2008

Diingatkan lagi

Sudah dua hari (kamis & jumat) aku ngga ada kerjaan yang berarti di tempat kerja. Ini semua dikarenakan jadwal yang harusnya reharsal ternyata dibatalkan. Tapi lumayan juga sih 2 hari santai, kan biasanya setiap hari selalu padat dengan kerjaan2 yang menanti. hehe….

Hari sabtu aku ternyata ada undangan dari HMIF untuk menjadi pembicara dalam acara Kaderisasi mereka. Beberapa hari sebelumnya panitia telah menghubungiku dan meminta untuk membawakan topik tentang kompetensi informatika itb di dunia real. Terus terang aku sangat tertarik membawakan materi itu, apalagi IT dan tantanganya makin perkembangan di Indonesia. Beberapa hari menjelang hari H, panitia memberitahukan bahwasannya aku akan dipanelkan dengan Bpk Riza Satria Perdana. Huh, awalnya agak ragu2, soalnya itu dosen bo’, tapi akhirnya ya dicoba deh.

Ketika hari H, ternyata tor berubah, aku diminta untuk menyampaikan materi tentang ‘software sebagai solusi permasalahan bangsa’. Seketika bingung, tapi ya sudah lah, ambil saja mic nya langsung deh ngomong seadanya. Karena blm dipersiapkan untuk topik itu, jadinya aku cuma bawainnya selama 30 mnt, dimana harusnya 45 mnt.Hehe…untungnya bisa bawain dengan cukup lumayan, ngga bagus2 amat, n ngga jelek2 amat. Kan aku ngukurnya dari berapa orang yang nanya.

Setelah selesai sesi tanya jawab, akhirnya pak riza sebagai pembicara kedua menyampaikan materi tentang realita bangsa di bidang informatika dan kompetensi kita. Materi itu beliau bawakan dengan sangat menarik. Aku saja sampai terbius dibuatnya (kebanting kualitas pembicaranya…hehe…). Bagian yang aku suka ketika beliau meminta peserta untuk menuliskan beberapa point yang membuat mereka bangga terhadap bangsa Indonesia.

Ketika itu peserta menuliskan apa yang membuat mereka bangga terhadap bangsa Indonesia. Ada yang menuliskan bangga ketika Indonesia memenangkan sesuatu, ada juga  yang bangga akan budaya, dsb. Dari tulisan itu semua, beliau cuma meminta satu hal kepada peserta setelah itu. Beliau meminta mereka untuk suatu saat nanti, menambahkan satu ato beberapa hal yang membanggakan untuk Indonesia dari mereka. Beliau juga menyampaikan bahwa sudah terlalu banyak hal yang negatif tentang negeri ini. Dan untuk membuat hal negatif itu sangat mudah. Misalnya dengan membuang sampah sembarangan, korupsi, dsb. Dan kembali lagi kalau membuat hal negatif atau positif terhadap bangsa ini adalah pilihan.

Dari situ aku merasa diingatkan oleh sesuatu, merasa diingatkan akan visiku kedepan. Dingatkan lagi akan Indonesia saat ini. Mudah2an aku akan selalu mengingatnya.

AMIEN.

Posted by: g1mg1m | July 19, 2008

The incredible week

Hari itu menunjuk pukul 7.00 pagi, dan aku masih tergeletak di tempat tidur karena ngerasa sangat capek. Iya, penyebab capekku sangat sederhana, aku  mlmnya pulang pukul 4 pagi dari kantor. Dengan kata lain cuma tidur sekitar 3 jam. Sebuah hari yang berat ketika mlm itu. Sebenarnya aku bisa pulang lebih awal, tapi tiba-tiba ada sebuah pekerjaan datang dan tingkat kebutuhannya sangat mendesak. Dengan tenaga dan pikiran yang tersisa, aku memutuskan untuk mengerjakan hari itu juga.

 

Saat itu pikiranku sedikit kacau, karena aku telah mengambil langkah besar dalam hidupku untuk tidak bersama dengan tmn2ku lg dalam membangun sebuah perusahaan. Bukannya aku berambisi ingin punya sendiri atau sudah tidak ingin bekerjasama dengan mereka, tapi kondisi yang tidak adil dan sangat tidak bersahabat denganku membuatku mengambil langkah itu. Jujur saja itu sangat berat, karena itu menunjukkan klo aku adalah orang yang sangat tidak konsisten disana. Tapi biarkan saja opini itu muncul, yang terpenting dalam hatiku masih tersimpan mimpi yang sebenarnya ingin saya wujudkan dengan kondisi saat ini.

 

Pekerjaan yang aku terima di tmpt kerja mlm itu cukup rumit, tapi aku bisa menyelesaikan 2 dari 3 permasalahan yang ada. Ketika sudah menyelesaikan permasalahan kedua, aku malah menambah masalah baru, secara tidak sengaja, aku salah dalam melakukan query ke sebuah database, dan itu mengakibatkan data yang berjumlah 13 juta records menjadi hilang. Sebuah tekanan yang sangat luar biasa mlm itu. Mulai dari supervisor sampe dengan project manager pun datang dan meeting bersama denganku. Aku sangat merasa bersalah, apalagi keesokan harinya, data itu diperlukan untuk Stress test di hadapan client. Dengan rasa ingin membayar tanggung jawab itu, aku mengatakan ke supervisor kalo aku akan mengembalikan datanya dalam waktu satu mlm.

 

Setelah meeting usai, mereka memberikan aku kesempatan untuk mengembalikan data yang hilang dalam waktu satu mlm. Semua solusi yang sudah didiskusikan aku pertimbangkan dengan sangat matang. Dan akhirnya aku memilih sebuah opsi untuk menjalankan proses data population ulang. Awalnya aku tidak tenang, tapi beruntung ada teman2  yang menemani meskipun itu terjadi di dunia maya, dan akhirnya proses pengembalian data menjadi lancar. Saat itu waktu menunjukkan pukul 4 pagi. Dan ternyata aku telah berhasil mengembalikan data sebanyak 13 juta itu….huh…sebuah pekerjaan yang sangat menantang dan penuh pelajaran berharga.

 

Keesokan harinya aku bekerja dengan cukup santai, baca2 berita di internet dan mencari inspirasi sebagai obat untuk menyembuhkan lukaku karena tidak bisa membangun perusahaan bersama dengan tmn2ku lagi. Tidak terasa waktu sudah menunjuk pukul 8 mlm. Seorang tmn SMAku mengajak aku untuk berkumpul bersama di Plaza Senayan. Dengan senang hati aku mengatakan akan datang di pertemuan itu keesokan harinya. Dan mlm semakin larut, aku memutuskan untuk pulang ke kosan.

 

Sesampainya di kosan, ide tiba2 muncul di kepala, ide untuk membuat perusahaan dan aku bisa menjadi social entrepreneur yang aku cita2kan. Mlm itu harusnya aku tidur banyak, tapi malah diisi dengan berbagai ide berkelanjutkan untuk memulai membangun usaha itu. Dan aku memutuskan untuk memulai langkah awal dengan mengajak tmn2 SMAku yang ada di Jakarta.

 

Keesokan harinya setelah pulang kerja, aku berangkat ke Plaza Senayan untuk menemui mereka. Setelah berbincang2 lama, aku mengungkapkan ideku, dan tanggapan mereka sesuai yang aku harapkan. Ide ini memang luar biasa cemerlang. Bahkan jika aku berani memulai sekarang, dalam 2 tahun akan ada asset perusahaan senilai kurang lebih 2 milyar. Aku tidak ingin gegabah kali ini. Banyak pelajaran yang telah aku ambil sebelumnya. Aku ingin mengumpulkan data lebih banyak, mulai dari kebijakan pemerintah sampe dengan penerapan yang ada selama ini di Indonesia. Aku harus benar2 berfikir seperti seorang pengusaha besar. Dan langkah kecil untuk diriku adalah dengan banyak belajar lagi tentang bisnis.

 

Aku sangat bersyukur di minggu itu, sebuah minggu yang sangat luar biasa. Dan kata yang tepat untuk menggambarkan itu semua hanya “It’s the right time to moving forward”.

Posted by: g1mg1m | June 27, 2008

Daily Life

Banyak orang yang ngga suka dengan kehidupan Jakarta, ada yang bilang city of s**ks, ada yang bilang kota kejam, macem2 lah. Tapi bagi gw masih ok.

Setiap hari gw bangun sekitar jam 8 pagi (abis subuh tidur lagi :D), baca2 koran dulu, trus mandi, n berangkat kerja. Ya…paling nyampe kantor jam 9.30. Awal dateng santai dulu, browsing2, baca email, trus mulai inisiasi untuk mengerjakan sesuatu. Nah herannya, gw ngga ngerasa klo itu kerja. Bahkan setiap hari gw balik ke kosan jam 9 pm. Mungkin karena banyak bahan baru yang gw pelajari.

Dan yang bikin aneh lagi, gw ngga ngerasa waktu disana berjalan lambat. Kerjaan yang dateng selalu buat penasaran n belajar hal2 yang baru. Kemarin aja gw tiba2 disuruh query pake PL/SQl ke suatu database siebel. Istilah PL/SQl aja baru tau, eh kok dah dikasih kerjaannya. Tapi gw ngerasa itu sangat menarik untuk dipelajari.

Klo pulang kurang dari jam 9 mlm, biasanya gw mampir ke office dulu di wisma BNI. Disana banyak majalah bisnis bagus, ya…itung2 update pengetahuan sambil minum kopi dan susu milo yang tinggal dipencet langsung jadi. Plus akses internet yang lumayan kencang. Klo dah mampir di office gini, biasanya malah balik ke kosan jam 12 mlm. Trus, kira2 gimana tuh kehidupan sosialisasi n get a Live nya ??

Di kantor gw selalu nganggep sebagai tempat gw bersosialisasi n get a Live, berbagi cerita lucu ama yang lain n ngomongin bola. Rata-rata dari mereka memang orang2 pilihan klo gw boleh bilang. Pribadinya unik2 n very smart. Banyak belajar dari sikap mereka, lebih2 lingkungan dalam bahasa inggris yang buat gw semakin belajar terus.

Klo hari kamis, biasanya orang2 project ngajak main futsal. Nah, disini nih tempat yang paling asik. Olahraga bung !!!. Lapangannya dari rumput sintesis, jadi klo jatuh2 ngga sakit.

Sejauh ini gw masih menikmati kehidupan gw di jakarta yang berangkat jam 8 pagi pulang jam 9 – 12 mlm. Klo bosen ya tinggal berangkat kerja agak siangan ato pulang agak sorean. Yang penting gw harus bisa menikmati apa yang gw kerjain seakan-akan gw ngerjain tugas kuliah.

Jadi, apakah gw akan menganggap jakarta itu city of s**ks, hmm….kaya masih jauh untuk ambil kesimpulan itu, lah wong tiap hari hidupnya kaya gini n masih blm satu bulan di jakarta…hehe 😀

Posted by: g1mg1m | June 21, 2008

Tantangan baru setelah menjadi sarjana IT

Sudah lama dan gatel rasanya tangan ini klo ngga nulis di blog. Ada 2 bulanan kayaknya. Trus ngapain aja ya gw 2 bulan terakhir ???

Wah…pertanyaan bagus tuh. Setelah menjadi sarjana asli ITB, gw bener2 ngerasa besar kepala. Gimana tidak, gelar IT (Interview dan Test) yang gw sandang tidak bisa lepas. Ikut tes sana, ikut tes sini. Padahal pingin banget kerja di BUMN, mulai dari dunia BUMN perbankan sampe telekomunikasi sudah gw jelajahi. Dan hasilnya ternyata masih sangat amat lama (prosesnya makan 2 bulan). Klo gw tunggu, bisa-bisa gw minta uang lagi dari ortu (opsi yang sangat tidak baik, kenapa ??? Ntr mereka nanya, “Kmu ini sudah lulus kok masih minta kiriman, bukannya 2 tahun kemarin dah bisa hidup sendiri ?”). Untuk menghindari masalah itu, akhirnya gw mengambil opsi untuk perushaan pertama yang bisa nerima, langsung diambil dulu. Dengan catatan sana-sini tentunya.

Hm…sudah gw duga, ternyata si perusahaan itu yang bakal nerima lebih awal. Dia amat luar biasa getol mengubungi gw. Sepertinya sangat tertarik sekali. Dari segi pendapatan memang tidak terlalu besar, tapi knowledge yang bakal gw dapet bakal sangat luar biasa. Dan dengan knowledge itu, gw bisa kembali ke tujuan karir hidup gw. Bolak-balik jakarta 4 kali sudah gw lakuin untuk tau lebih banyak tentang si perusahaan. Selama interview aja gw dah dapat banyak hal dari si interviewer. Mereka memang professional, mampu menciptakan environment yang kondusif di kantornya. Hampir semua orang yang berprestasi dari ITB mereka panggil satu-satu untuk di wawancarai (seandainya BUMN ada yang kaya gini, mungkin orang2 terbaik bisa diambil dulu). Mereka adalah orang2 yang tepat untuk menjadi rekan gw dalam belajar lebih banyak lagi.

Alhasildari proses yang memakan waktu 3 minggu itu, gw diterima. Mulailah perjalanan hidup gw di jakarta. Perjalanan awal yang sangat berat dan sulit untuk mengadu nasib di ibukota negara ini. Semua serba mahal, mulai dari makan sampe transportasi. Klo gw itung2, sepertinya setiap bulan akan sangat sulit untuk saving. Mungkin gw blm nemu strategi hidup sehat dan murahnya aja disini.

Gw dapet kosan yang bagus n cukup murah. Tempatnya bersih dan penghuninya sangat menarik. Meskipun rata2 dari mereka bapak2, tapi mereka ngga kaku klo ngobrol n bercanda ama gw.
Pernah mereka ngerjain gw, waktu itu mereka ngajak gw jalan2 n belanja ke hypermart, kita berempat berpencar untuk cari bahan belanjaan masing2, ada yang belanjanya buanyak, ada yang cuma kurang dari satu keranjang (alias gw…heheh :D). Pas kita pada mw bayar, gw sempet kaget melihat bahan belanjaan gw. “Kok ada barang D***x di keranjang gw ??”, beberapa detik kemudian salah satu dari mereka ketawa. Wah, sudah gw duga, mereka ini isengnya luar biasa. Sudah gitu, bilang lagi dia ke mbak2 kasirnya klo gw memang mw beli. Memang bapak2 genit itu….

Kebiasaaan bangun siang tentunya harus sudah mulai dihilangkan, gimana tidak, setiap hari harus bangun pagi biar bisa nyampe di tempat kerja tidak terlalu siang. Meskipun tiap kali dateng masih sepi, gw masih ngerasa harus datang pagi setiap hari (rejeki ada bagi orang2 yang bangun pagi :D). Kebanyakan rekan kerja gw bukan dari etnis yang sama ama gw, dan gw anggep itu justru tantangan untuk bisa berbaur dan melebur bersama mereka. Mereka punya gaya hidup yang berbeda ama gw pastinya, tapi yang bikin luar biasa, mereka sangat professional. Mereka tau “How to manage their times”, kapan harus main, kapan harus bekerja.

Ya begitulah kegiatan gw selama ini (2 bulan). Mungkin cerita detailnya pasti bakal gw tulis lagi. Dan tentunya dengan kejadian-kejadian yang menarik. Hehe 😀

« Newer Posts - Older Posts »

Categories