Posted by: g1mg1m | April 15, 2008

Ternyata ada pandangan yang menarik

Hari berjalan seperti biasa….kok seperti biasa ? Ya iyalah….kan masih pengangguran. Hehe…..Hari sabtu jam 10 siang gw baru bangun. Udah janji bwt dateng ke LPJ HMIF. Mandi, ganti baju, terus berangkat ke kampus dan ngga lupa sarapan dulu. Ditengah enak-enaknya menikmati sarapan siang, handphone gw berdering. Tidak menyangka, tmn gw dari singapore menelepon. Dia ingin ngorbol dengan gw. Dengan semangat yang menggebu2 gw langsung ke kampus. Berharap ada tawaran projek ato kerjaan muncul. Haha…:))

Tidak lama setelah nyampe di kampus, gw sms dia. Kita janjian ketemu di salman. Setelah salat dhuhur kita berdua akhirnya bertemu dan saling menyapa kabar. “Apa kabar Nun ?”, “Gimana singapore ?”, “Gimana IBM ?”, dst. Tmn gw ini dulu rekan setim klo ikutan lomba-lomba matematika pas SMA. Dia ini orangnya boleh dibilang sangat jenius. Ngga salah dia berhasil dapet beasiswa untuk kuliah di NTU dan sekarang bisa kerja di IBM singapore. Sebuah jalan hidup yang cukup wow klo menurut gw.

Sambil berjalan ke kantin gelap nyawang, kita ngobrol2 tentang IT di Indonesia. Secara sederhana, gw menyampaikan klo IT di Indonesia masih belum mendapatkan penghargaan yang cukup besar. Hal ini ditandai ama minimnya upah yang diperoleh seorang programmer yang bekerja setiap harinya 8 jam. Dari topik itu kita akhirnya pingin bikin perusahaan IT yang bertaraf International.

Ada hal yang menarik disini, gw ngga nyangka, tmn gw ini yang sudah kurang lebih hidup di singapore selama 6 tahun ternyata nasionalismenya sangat besar. Dia bilang ke gw begini, “Sebenarnya kmu ngga masalah Bud kerja di perusahaan asing, asal orientasimu bukan gajinya tapi profesioanlismedan link”. “Aku kerja di IBM singapore (yang katanya orang2 kerjaan IT di singapore paling enak di IBM) aja masih ngerasa pingin pulang, tapi sayang aku terikat kontrak kerja ama pemerintah singapore selama 3 tahun karena beasiswa yang kemarin”. “Aku lagi mikir, setelah tiga tahun balik ke Indonesia, aku mw ngapain ?”. “Makanya aku ngajak kmu buat gmn nih setelah 3 tahun.”. Dari situ langsung tersendak. Bingung mw ngomong apa. Ternyata tmn yang selama ini gw anggep kerja di perusahaan asing dah lupa ama Indo malah ngajak gw untuk bervisi lebih jauh buat Indonesia 3 tahun ke depan. Terus terang malu gw yang selama ini hanya di mulut untuk menolah kerja di perusahaan asing. Dia bisa membuktikan bahwa itu orientasinya harus jadi batu loncatan.

Hari itu gw bener2 banyak belajar. Sebenarnya bukan kita membenci perusahaan asing, tapi harus pintar mengambil keuntungan yang suatu saat nanti bisa digunakan untuk membangun Indonesia. Dia nyontohin apa yang dia dapetin sekrang dan apa rencananya setelah 3 tahun kedepan. Ini bukan berarti gw langsung menerima tawaran kerja dari perusahaan asing sekarang, tapi ini membuat gw berfikir lagi untuk bagaimana menyusun visi gw ke depan. Trus tools2 apa yang harus gw lewati.

Pernah belajar juga dari pak Hengky (seseorang yang gw jadiin teladan saat ini). Dia awalnya 2 tahun bekerja di perusahaan asing. Dengan visi yang dia miliki, akhirnya dia pindah ke BUMN. Alhasil, sekarang dia jadi direktur Rekayasa Industri. Bahkan perusahaan itu jadi perusahaan BUMN yang luar biasa.

Gw memang harus bener2 reorientasi lagi visi dan rencana gw kedepan. Klo asal mengandalkan emosi kayak sekarang kayaknya tujuan gw malah kemana-mana. Ok, saatnya reorientasi !!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: