Posted by: g1mg1m | January 12, 2008

Amanah membuat kita belajar

Dua minggu yang lalu….

Datanglah sebuah sms, “Mas, bisa minta tolong untuk menjadi pembicara dalam dialekta(dialog intelektual mahasiswa), temanya pendidikan”. Tanpa berfikir panjang (kebiasaan ingin menolong orang :D) langsung deh dibalas, “OK, dibantu”. Nah, satu minggu pertama ternyata lupan baru ngeh setelah ada SMS, “mas TORnya dah dikirim di email”. Langsung deh jadi deg-degan..Serius ini menjadi pembicara dengan tema “Akses n kualitas pendidikan tinggi di Indonesia”. Mencoba berfikir positif dan optimis, gw mencoba untuk mencari banyak buku, data, dan bahan bacaan di internet.

Dua hari menjelang dialekta, perasaan panik semakin muncul, muncul kecemasan tidak mampu mengimbangi pembicara II, mas eko prasetyo (pengarang buku “Orang miskin dilarang sekolah”, “Assalamu’alaikum:Islam agama perlawanan”, dsb).  Karena dasar bermuka tebal dan optimisme tinggi, tambahlah motivasi untuk membaca dan membaca. Mulai dari RUU BHP s/d blog-blog yang tertuliskan ttg pendidikan. Huh…sedikit demi sedikit alur dan arah pemikiran untuk diutarakan dalam dialekta mulai muncul. Data dan fakta pun mulai terkumpul, “Mudah2an data dan fakta yang ada mampu membuat sebuah analisis yang tepat”.

D Day….

Perasaan awal tenang ngeliat kursi pengunjung banyak yang kosong, ya minimal kalo ada salah2 kata ngga terlalu berpengaruh. 15 menit telah berlalu, dan ternyata ruangan penuh. Kursi di ruang sebelah pun diambil untuk menampung pengunjung. Keringat semakin bercucuran, untung aja bukan keringat dingin, keringat kepanasan karena banyak banget orang dalam satu ruangan yang tidak begitu besar. Datanglah pembicara kedua, dengan dandanan yang sederhana, membuat gw menjadi tenang dan semakin percaya diri.

Moderator memanggil nama gw untuk memulai presentasi, mencoba memulai dengan kegelisahan, kenapa harus membicarakan ini, dsb membuat gw akhirnya bisa membuat alur yang tepat dan terarah. Gambar-gambar yang menarik gw sajikan dalam slide yang sederhana dan jelas. 20 menit telah berlalu dan ternyata gw mampu berbicara tentang pendidikan yang terjadi di Indonesia.

So, apa yang gw rasakan dan mengerti. Satu kalimat saja, “Amanah membuat kita belajar”. Seandainya gw lulus bulan juli 2007, mungkin gw g akan bisa berbicara tentang pendidikan, mungkin gw g akan tau apa itu ketahanan pangan, dan seandainya gw memilih untuk tidak lulus bulan maret 2008, mungkin gw tidak akan mempunyai teman yang membuat pikiran gw terbuka untuk memulai mencintai Indonesia.

“Aku cinta Indonesia”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: