Posted by: g1mg1m | May 23, 2007

Bu Inge vs Naga Bonar

Tulisan ini berawal dengan (ting..ting), suatu ketika gw berjalan di lorong lantai 2 labtek V (suasana di malam hari). Secara kebetulan (sangat sering terjadi) terlihat di mata ini sosok seorang wanita yang eksistensinya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi di IF ITB. Siapa lagi kalo beliau adalah Ibu Inggriani Liem (baca:Ibu Inge) . Beliau ini berbicara dengan dengan suara yang lantang menegur salah satu mahasiswa IF 2004 (selanjutnya disebut sebagai si X) yang sedang berlari dengan semangatnya menaiki tangga. Secara spontan Ibu Inge menegur si X karena menurut beliau tindakan si X itu berbahaya dan kurang memiliki etika.  Ditambah lagi si X dengan posisi salah satu kakinya masih terangkat menanggapi teguran Ibu Inge. Dalam hati langsung bersuara dong tentunya …”Luar biasa nih anak berani banget..kayaknya abis ini habis deh dia”.

Eh ternyata, apa yang dipikirkan berbeda 180 derajat. Setelah menegur si X, Ibu Inge langsung lewat begitu saja . Ternyata tidak jadi dihabisi si X itu, malah manggil gw ini buat nemenin sampai ke mobil tujuan (B 912 K).  Dalam perjalanan menuju lapangan parkir, Ibu Inge tiba-tiba berhenti sejenak dan menceritakan mengenai dirinya yang tertawa sendiri pada suatu malam mengenang apa yang beliau lakukan selama ini di Prodi IF.  Setelah itu beliau menyampaikan seperti ini, “Apa memang saya yang kolot ya tidak bisa menerima tingkah laku dan etika zaman sekarang”. “Saya bener-bener menjadi tidak mengerti.” “Mungkin lebih baik saya mati”. Langsung dengan kaget gw cuma bisa ngomong , “waduh…jangan dulu Bu (Mesikpun tidak memiliki kewenangan menentukan hidup seseorang), sepertinya sosok Ibu masih diperlukan disini”. Beliau langsung menanggapi dengan 2 hal. “Begini anakku……Ada 2 cara untuk menerima keberadaan etika zaman sekarang, yang pertama saya mati, jadi sudah ga ada lagi kan yang ngomel2 atau yang kedua zaman sekarang yang bisa mengikuti cara pikir saya tentang etika”.

Setelah Bu inge ngomong kaya gitu, gw langsung inget ama film nagabonar jadi 2. Waktu itu si naga bonar ngomong ke anaknya “Ini semua salahku, karena aku masih hidup di zamanmu, zaman yang sulit aku mengerti, tapi aku berusaha, karena aku sangat mencintaimu” .  Bener2 luar biasa bu inge ama naga bonar ini, begitu cintanya ama anak-anaknya mereka rela melakukan sesuatu yang mungkin oleh anak2nya malah dibenci. Tapi itu lah cinta..ya ngga ??…..dan bu Inge ama naga bonar g bisa di lawankan begitu saja. Mungkin judul yang tepat “Bu Inge adalah Naga Bonar IF “


Responses

  1. Hohohoho…

    Bener juga… Kolot tidak selamanya buruk🙂 (malah mungkin lebih banyak bagusnya, seenggaknya gak kebawa pergaulan yang terlalu menyimpang)

  2. YOOOOOOOW……

    wuih… emang SUGOI si Bu Inge…

    BTW, bu Inge udah nonton pelemnya Nagabonar lum ya??

    yupps..
    Cinta itu emang indah.. (^_^)

    so, Keep Your Live with Love (^_^)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: